Juni 14, 2021
Ternyata, Sifat Anak Nurut Yang berlebihan Berdampak Negatif

Young teacher and cute girl using a laptop together and connecting online, technology and entertainment concept

Ternyata, Sifat Anak Nurut Yang berlebihan Berdampak Negatif

 

Orangtua manapun memimpikan untuk memiliki anak nurut, nurut terhadap nasehat Bapak/Ibu, atau dengan peraturan apapun (yang tidak melanggar norma). Tapi bagaimana jika sifat penurutnya itu terlalu over? Ternyata, sifat yang berlebihan itu berdampak sangat buruk bahkan sifat penurut sekalipun. Nurut yang dimaksud dalam problem disini yakni kepatuhan si anak yang berhubungan dengan bagaimana orangtuanya menerapkan pola asuh. Umumnya, anak yang terlalu menurut dikarenakan komunikasi dengan Ayah & Ibu sangat minim..

Ketika orangtua terlalu berharap agar anak selalu mematuhinya tanpa memberikan ruang kepada anak untuk berpikir (demi menghindari pertentangan), kemungkinan besar, anak akan menghadapi kesulitan saat menemukan hal baru dalam hidupnya. Bahkan, anak berkemungkinan untuk kehilangan kepribadiannya. Dalam artian, keprabadiannya tak dapat berkembang optimal sehingga berpengaruh dalam hidupnya kelak. Ingat, anak tak selamanya hidup berdampingan dengan orangtuanya. Ada kalanya anak akan hidup sendiri atau dengan orang asing. Saat dihadapkan dengan pilihan sulit, anak akan bingung dan tak mampu menentukan sendiri apa keputusan terbaiknya. Ini karena dulunya ia terlalu bergantung dengan peraturan dan keputusan orangtuanya.

Kapan sifat penurut anak dianggap terlalu berlebihan?

Dalam pengasuhan, anak tak nurut adalah sebuah tantangan yang mana orangtua wajib mendidik dan mengubah sifat pembangkangnya menjadi penurut. Usaha keras perlu sekali diterapkan untuk masalah ini karena pada dasarnya sifat menentang itu tak bagus. Anak yang menentang pasti akan begitu menguji tingkat kesabaran. Dan, setelah menguji pun belum tentu anak langsung tunduk.

Orangtua akan gampang marah jika si anak tak mau mendengar dan melakukan perintahnya. Hal inilah yang memicu kebanyakan orangtua menganggap bahwa anak yang menentang (dalam artian tak melakukan apa yang diperintahkan orangtua) adalah sifat yang amat buruk dan harus ditinggalkan. Sehingga, orangtua terkadang lupa hingga peraturan yang dibuat terlalu menekan tanpa memikirkan psikis anak. Jika sudah seperti ini, sifat penurut anak adalah sebuah kekeliruan.

Orangtua harus paham bahwa ada saatnya anak mengemukakan pendapat dan keinginannya. Semakin dewasa, kecerdasan anak akan bertambah. Tapi, jika sejak dini terbiasa terkengkang, kecerdasan akan tumbuh dengan lambat. Orangtua wajib menekankan bahwa anak adalah manusia biasa, bukan robot yang tak kenal lelah, yang selalu bisa diarahkan kemanapun.

Inilah pentingnya penerapan pola asuh atau parenting yang tepat. Anak juga butuh ditempatkan sebagai pribadi yang memiliki hak untuk berpegang teguh dengan pendapatnya tanpa menjadi anak yang suka menentang dan membangkang.

Anak yang terlalu penurut bisa berdampak buruk

Anak nurut, dalam artian terlalu penurut, umumnya hanya mendengarkan dan melakukan perintah. Sehingga, mereka akan pasif dan kurang bisa tumbuh mandiri karena apapun yang dilakukan hanya berdasarkan settingan atau perintah orang. Bahkan, ada yang saking menurutnya sampai membuatnya sulit menentukan jalan hidup atau masa depannya. Sehingga orangtua yang ikut andil untuk memutuskan masa depannya. Baguskah hal ini? Siapa yang akan menjalaninya kelak, orangtua atau anak? Tentu, anak, kan?

Jika suatu saat ada kekeliruan dalam tindakan anak, anak akan acuh dan menyalahkan orang yang telah menyuruhnya. Anak merasa tak punya tanggung jawab, beban ini diarahkan ke orang yang memberi keputusan. Jika hal ini berlanjut terus-terusan, bagaimana seorang anak bisa aktif dan bertanggung jawab?

Parahnya, bully juga akan dengan mudah menghampirinya. Ya, anak terlalu menuruti perintah saat di rumah dan kebiasaan itu terbawa hingha dewasa. Maka, teman dan orang sekitar akan memanfaatkannya untuk melakukan apapun yang dikehendaki. Bahkan, saat mendapatkan kekerasan, hanya tangisan yang pecah. Anak akan tersiksa dengan hal ini namun tak ada keberanian untuk menentang. Temukan info lainnya di hermihidayati.com

Maka, orangtua juga perlu mengantisipasi hal itu. Jangan sampai iming-iming anak nurut membuat anda lupa dengan jalan hidupnya nanti. Ketika anak anda (yang masih kecil) bisa menolak perkataan atau perintah anda, anda juga harus bangga karena anak akan mampu mengutarakan kemauannya. Namun, anda tetap harus mengimbanginya dengan bimbingan. Tanyakanlah apa alasannya menolak dan kenapa menginginkan hal lain. Jika alasan dirasa bagus, dukunglah.

 

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia