Januari 26, 2022
tes alergi pada anak

Cara Tes Alergi Pada Anak

Cara Tes Alergi Pada Anak

Jika si Kecil mengalami alergi, Bunda tentu akan merasa sangat khawatir, entah itu alergi ringan ataupun alergi yang berat. Salah satu antisipasi yang bisa Bunda lakukan adalah dengan cara tes alergi pada anak, tapi bagaimana caranya?

Mungkin, Bunda bertanya tanya, apakah si Kecil bisa mengalami alergi sejak lahir atau tidak, mengetahui hal tersebut untuk melakukan tindak pencegahan atau pengobatan.

Mengutip keterangan dari Alan Khadavi ahli alergi dari Los Angeles, menyatakan bahwa alergi pada anak hanya akan terpapar dari lingkungannya.

Selain itu, penyebab alergi juga ada hal yang berkaitan dengan genetik, dimana orang tua yang mempunyai alergi akan membuat anak lebih tinggi 70 persen untuk mengalami alergi.

Itu menunjukkan bahwa alergi tidak akan didapatkan si Kecil sejak masih dalam kandungan.

Lalu apakah bisa melakukan tes alergi dan bagaimana cara untuk melakukan tes alergi pada anak yang bisa Bunda lakukan?

Ternyata, Bunda bisa melakukan beberapa tes pada anak guna mengetahui apakah si Kecil mempunyai reaksi alergi atau tidak. Bunda bisa melakukan tes ini pada usia berapa pun, namun pada umumnya tes alergi pada kulit hanya bisa dilakukan saat si Kecil berusia dibawah 6 bulan.

Apa saja tes alergi yang bisa Bunda lakukan, berikut ulasannya:

1. Melakukan tes pada darah

Beberapa tes darah bisa dilakukan sebagai cara untuk tes alergi pada anak, salah satunya meliputi pengukuran antibodi.

Tes pengukuran antibodi akan menunjukkan secara spesifik untuk berbagai kandungan alergen atau zat yang bisa menimbulkan terjadinya alergi pada anak termasuk makanan. Dengan semakin tinggi levelnya maka semakin tinggi juga kemungkinan si Kecil terkena alergi.

Selain tes pengukuran antibodi, masih banyak lagi tes darah lainnya tergantung alergen mana yang dicurigai. Tes darah sangat diperlukan untuk berbagai tujuan dan merupakan cara alternatif untuk pengujian alergi pada kulit.

Dengan melakukan tes darah pada anak, Bunda bisa mengetahui kemungkinan apa saja yang dapat memicu terjadinya alergi pada si Kecil, sehingga Bunda bisa mengantisipasi agar tidak memberikan makanan ataupun hal tertentu yang bisa memicu terjadinya alergi.

2. Melakukan eliminasi makanan

Setelah melakukan tes darah, dan hasilnya makanan dicurigai bisa memicu terjadinya alergi pada si Kecil, maka ahli alergi akan merekomendasikan diet yang terbatas guna menghilangkan makanan tertentu yang bisa memicu reaksi alergi.

Alergen makanan yang paling umum terjadi pada anak adalah makanan seperti telur, susu, kacang tanah, kacang pohon, gandum, kedelai, ikan dan kerang atau makanan laut.

Dengan begitu, ahli alergi akan menyarankan diet eliminasi makanan tersebut selama satu minggu atau bisa saja lebih dan akan mengawasi reaksi yang terjadi ketika makanan dikeluarkan.

Setelah menjalani diet makanan yang memungkinkan bisa memicu alergi, Bunda akan mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari si Kecil.

3. Melakukan Skin Prick Test

Tes alergi yang satu ini dilakukan dengan cara memberikan setetes alergi pada kulit anak, kemudian ditusuk dengan jarum yang bertujuan untuk memasukkan alergi ke kulit si Kecil. Pengujian seperti ini biasanya dilakukan di belakang atau di bagian dalam lengan.

Untuk mengetahui berapa lama waktu dari pengujian ini tergantung dari seberapa banyak alergen yang diuji pada kulit si Kecil dan hasilnya, Bunda bisa dapatkan di hari yang sama.

Perlu diketahui, sebelum melakukan tes alergi ini, dokter akan menanyakan kapan awal gejala alergi ini muncul dan riwayat medis yang dimiliki si Kecil.

Bagaimana hasil dari pengujian Skin Prick Test ini, jika si Kecil mempunyai alergi terhadap zat tertentu maka akan terlihat ada benjolan yang berwarna kemerahan atau bengkak pada pada bekas pengujiannya.

 

Metadesc : ketahuilah bahwa anak tidak membawa alergi sejak lahir, melainkan karena tercemar dari lingkungannya. Lalu apakah bisa untuk melakukan tes alergi pada anak?

Black Friday Promo Hosting Unlimited Indonesia